Copyright © 2016 www.dickidirmania.com
SITEMAP | CONTACT US | TERMS & CONDITIONS
Bismillahirrahmanirrahim
Lebaran tanpa Ayah Tercinta
Esok adalah Hari Raya Idul Fitri 1434 H/2013 M, bulan suci Ramadhan akan meninggalkan kita semua, dimana bulan yang penuh berkah ini akan selalu menjadi momen terindah bagi setiap umatnya. Karena bulan Ramadhan adalah bulan yang paling istimewa dibandingkan dengan bulan lainnya. Ini merupakan lebaran pertama saya tanpa ada orangtua di dunia ini. Bulan lalu ayah saya sudah pergi untuk selama-lamanya, sedangkan ibu saya sudah berpulang pada saat usiaku masih 11 tahun (kelas 4 SD). Tentu saja ada rasa sedih yang mendalam pada saat hari bahagia ini ketika orang-orang berkumpul dengan bersilaturahmi dengan orangtuanya, maka saya cukuplah bersama anak dan istri tercinta serta sanak saudara di rumah.

Setelah sebulan penuh berpuasa kita disambut dengan “HARI KEMENANGAN” yaitu saling memaafkan. Ada momen tersendiri yang membuat kita terharu dalam memaafkan sesama, dimana anak mohon maaf kepada orang tua, begitu juga orang tua selalu memafkan anaknya.

Perasaanku di Lebaran tahun ini begitu campur aduk, Bahagia namun sedih dan hampa. Betapa tidak kini aku dan keluargaku tak bisa lagi bersimpuh di kaki ayahku untuk memohon maaf pada hari lebaran sebagaimana biasa dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Itulah momen yang paling terindah saat lebaran ketika ayahku masih bersama keluarga.

Aku sangat merindukan seorang papah yang telah membimbingku sehingga aku dapat bertahan hidup hingga hari ini, Betapa rinduku pada sosok seorang ayah yang begitu giat dalam mendidik semua anak-anaknya, Kegigihannya dalam mencari nafkah untuk dapat membesarkan ke 7 anaknya tanpa pernah mengeluh, walau keadaan sering sakit-sakitan tetap sabar dan semangat dalam memenuhi kewajibannya.

Tuhan sudah mengatur semuanya, dan skenario hidup yang kami alami adalah seperti itu. Allahu Akbar, Allah masih memberi kesempatan kepadaku untuk berhari raya bersama anak, istri dan sanak saudara pada tahun ini.

Tentu saya tidak perlu larut dalam kesedihan. Dunia ini fana. Kehidupan ini ada saat datang dan saatnya pergi. Mungkin inilah suratan takdir yang harus dijalani setiap manusia.

Sekarang hanya doa yang bisa saya panjatkan kepada mereka. Ya Allah, ampunilah dosa-dosa mereka, lapangkanlah kubur mereka di alam barzah, dan masukkanlah mereka ke dalam syurga-Mu. Amiin.

Terima Kasih atas kunjungan para sahabat di Blog yang sederhana ini, semoga dapat memberikan Informasi dan Inspirasi bagi anda. Alangkah berkesan jika sahabat berkenan memberikan Komentar dan saran dari setiap Artikel yang kami muat.