Copyright © 2016 www.dickidirmania.com
SITEMAP | CONTACT US | TERMS & CONDITIONS
Bismillahirrahmanirrahim
Mengenal Seni LONGSER
Kata Longser terdiri dari Long (melong) dan Ser (rasa/gairah seksual) . Longser merupakan salah satu jenis teater rakyat yang hidup dan berkembang di daerah Priangan, khususnya di daerah Bandung.

Dari beberapa sumber disebutkan bahwa sekitar tahun 1915 di Bandung terdapat sebuah pertunjukan rakyat yang disebut doger. Dalam perkembangannya, doger berubah menjadi lengger kemudian berubah lagi menjadi longser.

Longser mengalami puncak kejayaan dalam kurun waktu 1920-1960 yang dikenal ialah Longser Bang Tilil. Tokoh yang dikenal pada jaman tersebut ialah Ateng Japar. Dari kecil, ia sudah menggarap longser, setelah generasi Bang Tilil dan Bang Tawes.

Longser adalah teater tradisional yang bertajuk komedi, didalamnya terdapat unsur seperti, musik yang berasal dari alat musik tradisional seperti kendang, tari tradisional seperti jaipong, dan tak luput dialog ringan yang isinya mengandung humor. Biasanya, pertunjukkan ini dilakukan pada malam hari di tempat terbuka dengan menggelar tikar. Hal itu membuat penonton membuat setengah lingkaran seperti tapal kuda. Di tengah arena diletakkan oncor sebagai alat penerangan.

Waditra (alat musik) yang digunakan dalam pertunjukan longser adalah ketuk , kendang, dua buah saron, kempyang, kempul, goong, kecrek, dan rebab. Dalam perkembangannya, waditra yang digunakan semakin lengkap, yaitu ditambah dengan terompet, bonang, rincik, gambang, dan jenglong.

Busana yang dipakai untuk kesenian ini sederhana tapi mencolok dari segi warnanya, terutama busana yang dipakai oleh ronggeng (anggota perempuan). Biasanya, seorang ronggeng memakai kebaya dan kain samping batik. Sementara, untuk lelaki memakai baju kampret dengan celana sontog dan ikat kepala.

Sruktur Longser biasanya terdiri dari :
  1. Tatalu dengan lagu Gonjing sebagai bewara bahwa pertunjukan Longser
  2. Kidung sebagai bubuka yang dianggap memiliki kekuatan magis untuk upaya pertunjukan lancar juga disisi lain kidung dipakai lagu persembahan pada arwah nenek moyang kidung biasanya dinyanyikan oleh ronggeng yang perkembangannya dinyanyikan oleh Sinden.
  3. Munculnya penari-penari yang diawali dengan wawayangan ( tarian perkenalan para ronggeng dengan memperkenalkan para penari dengan julukan seperti si Batresi Oray, Si Asoy,si Geboy. goyang pinggul diistilahkan dengan eplok cendol , tari yg dibawakan adalah ketuk tilu / Cikeruhan
  4. Penampilan bobodoran dengan musik dan tarian biasanya bodor menirukan tarian ronggeng / kata-kata sehingga penonton tertawa
  5. Pertunjukan Longser memainkan sebuah lakon yang diambil dari kehidupan seharian seperti perkawinan, pertengkaran, perceraian . Setiap cerita dibawakan dengan penuh canda, atau banyolan khas lokal.
*berbagai sumber

Terima Kasih atas kunjungan para sahabat di Blog yang sederhana ini, semoga dapat memberikan Informasi dan Inspirasi bagi anda. Alangkah berkesan jika sahabat berkenan memberikan Komentar dan saran dari setiap Artikel yang kami muat.