Copyright © 2016 www.dickidirmania.com
SITEMAP | CONTACT US | TERMS & CONDITIONS

Hai Gaiss, Selamat datang di Blognya

Mang Kuwu

Sebuah Personal Web Inspirasi, Motivasi, Tips 'n Trick Karang Taruna, KNPI,KeOrganisasian

Tentang Saya

Sampurasun

Saya,
Dicki Dirmania

Pemuda yang selalu ingin terus Belajar

www.dickidirmania.com merupakan salah satu blog Personal dari jutaan Blog/Web yang ada di muka bumi, yang mencoba eksis dalam menyampaikan berbagai informasi dan inspirasi melalui media IT. Dengan harapan menjadi referensi ilmu dan wawasan bagi diri pribadi, Keluarga, Sahabat yang berkunjung di blog personal ini.

Aktifitasku

Pemuda Pancasila

2017-Sekarang

Sekretaris Komando Inti Mahatidana Pemuda Pancasila Jawa Barat

KNPI

2015-Sekarang

Wk. Ketua DPD KNPI/PEMUDA Provinsi Jawa Barat

Karang Taruna

2014-2019

Wk. Ketua 1 Karang Taruna Kota Bandung

YASEMA Centre

2007-Sekarang

Ketua Eksekutif Yayasan Setia Mandiri (YASEMA)

Artikel Terbaru

Reposisi Gerakan Pemuda


Gerakan pemuda sebagai gerakan civil society, akan terus menempatkan pemuda pada posisi pelatuk sekaligus pengawal perubahan. Semangat inilah semestinya terus terjaga dalam setiap gerakan kepemudaan. Indefendensi sebagai pilihan semangat gerakan pemuda dan kemandirian sebagai jiwanya, tidak boleh luntur dalam diri setiap gerakan pemuda.

Pemuda jika didefinisikan sebagai masyarakat (social human) yang memiliki kesadaran organik dan senantiasa bergerak dalam kerangka kelembagaan, pada era desentralisasi ini, semestinya pemuda dapat menginternalisasi kembali efektifitas gerakannya. Sebagai jawaban atas peran apa yang semestinya diambil oleh pemuda dalam mengisi pembangunan daerah, pemuda perlu mereposisi dan mendefinisikan ulang gerakannya.

Posisi pemuda yang sangat strategis dalam pembangunan daerah, lebih jauh harus diturunkan dalam bentuk lebih nyata. Seperti sifat, “primordialnya” (lahiriahnya) pemuda yang pada puncak mobilitas gerakan paling tinggi, sangat berpeluang mengisi peran perekat antar wilayah. Peran mengintegrasikan elemen masyarakat daerah dalam pembangunan juga menjadi pilihan yang seharusnya mampu dilakukan dengan baik. Pola gerakan yang memadukan antara mobilisasi kepentingan masyarakat kedalam kebijakan pembangunan daerah (pendampingan / pemberdayaan) politik masyarakat lokal, dan Kontrol sekaligus peningkatan kapasitas aparat pemerintah daerah, tidak mustahil untuk menjadi pilihan gerakan pemuda pada tingkat lokalitas.

Pemuda dan pembangunan Daerah

Sejalan dengan semangat desentralisasi, dengan pelimpahan kekuasaan dan wewenang yang lebih luas kepada pemerintah daerah, membuka kesempatan bagi setiap masyarakat mengisi pembangunan daerah. Pemuda sebagai elemen penting masyarakat dalam pembangunan daerah, sudah sepatutnya memaknai dan mewarnai setiap kebijakan pembangunan daerah. Disinilah pentingnya pemuda memposisikan diri dan mengambil peran-peran strategis dalam pembangunan daerah saat ini.

Dalam jejak rekamnya, pemuda acapkali dalam posisi sebagai pelopor pembaharuan, pelatuk perubahan sekaligus pengawal perubahan. Semangat perubahan yang menjiwai semangat desentralisasi mestinya menemukan titik yang sama dengan peran yang telah melekat dalam diri pemuda. Menterjemahkan peran-peran strategis yang memberi konstribusi bagi percepatan pembangunan daerah menjadi pilihan yang tidak boleh berlalu tanpa pemaknaan dari pemuda. Praktek desentralisasi yang acapkali tidak tepat diterjemahkan oleh pemerintah daerah, perlu terus mendapat kontrol dari masyarakat. Maka, Pilihan sebagai oposisi (pengontrol kebijakan) dalam setiap kebijakan pembangunan daerah juga merupakan pilihan strategis bagi pemuda.

Sepatutnya, pemuda tidak lagi hanya dalam posisi berpangku tangan atau menunggu inisiasi dari pemerintah daerah untuk bersama-sama berperan mengisi pembangunan daerah. Menginisiasi dan mendorong konsep pembangunan daerah dalam era desentralisasi ini, sangat terbuka bagi pemuda. Pemuda yang mampu membaca tanda-tanda zamannya, seyogyanya telah berada pada pilihan penguatan kelembagaan lokal, guna mendorong kesadaran semua elemen masyarakat tuk terlibat aktif mendorong percepatan pembangunan daerah.

Akhirnya, pemuda harus menyadari bahwa, harapan dan cita-cita kemerdekaan akan kedaulatan sepenuhnya untuk rakyat, dengan semangat demokrasi oleh dan untuk rakyat, di era desentralisasi ini, ada dipundak para pemuda.


Refleksi 90 Tahun Sumpah Pemuda


Bagiku, hal terbaik yg pernah dunia tawarkan adalah waktu. Waktu telah memberiku kesempatan untuk bertemu dengan manusia-manusia hebat, manusia-manusia yang rela mati demi kelangsungan hidup manusia lainnya.

Manusia-manusia jenis ini tak sulit ditemukan pada masa bangsa ini belum 'merdeka'.

90 tahun waktu berlalu, sejak Sugondo Joyopuspito, Muhamad Yamin dan Amir Syarifudin, bersama pemuda Indonesia lainnya, bersepakat untuk merevolusi diri, dari manusia yang terjajah menjadi manusia-manusia muda yang memahami potensi kemudaannya untuk bersama-sama mempertahankan tanah dan air milik mereka dari jajahan kolonial Belanda.

Aku mendengar banyak kisah tentang mereka, tentang kongres pemuda pada 28 Oktober 1928. Aku mendengar kisah tentang perjuangan bangsa yang parsial dilebur dalam semangat persatuan oleh para pemuda dalam kongres yang sama. Aku mendengar sejarah tentang "Indonesia Raya", yang dikumandangkan untuk pertama kalinya kala mereka bersumpah merdeka disana dalam bahasa yang sama. Sejarah bangsa yang dikenang dalam satu tema; Sumpah Pemuda.

Adakah yang luput dari pendengaranku tentang mereka?

Manusia dan wataknya telah berkembang bersama waktu. Manusia kini berlomba-lomba bertahan hidup dengan--sadar tidak sadar--menghisap manusia lainnya. Tertawa ria setelah menguliti manusia lainnya.

Para pemudanya bangga menjadi sarjana setelah 4 tahun dimotivasi semangat persaingan, lalu mengantri untuk mengabdi sebagai properti pengusaha, menerima gaji diatas standar terendah, ditambah sedikit insentif buah dari kemauannya untuk diperintah. Berkumpul dan bersosialisasi bersama masyarakat borju lainnya, menikah muda, dan mulai mencibir aksi massa baik buruh maupun mahasiswa, menekan panjang klakson mobilnya sambil bergumam; "Bikin macet saja!". Tak jarang mereka luapkan emosinya di sosial media melalui gawai terbarunya.

Waktu telah menerbangkan bangsa ini, bangsa yang pernah disatukan oleh sumpah, ke masa yang penuh ketidakpastian. Masa-masa sulit yang diperparah dengan ketidakpedulian kaum mudanya.

Pada titik ini aku terheran, apa memang waktu telah gagal mendewasakan pemuda? atau para pemuda yang terlena dengan dongeng bambu runcing kemerdekaannya?

Aku masih mencintai waktu. Bagiku, hal terbaik yang pernah dunia tawarkan adalah waktu. Waktu telah memberiku kesempatan untuk mendengar kisah manusia-manusia hebat, manusia-manusia yang rela mati demi kelangsungan hidup manusia lainnya. Manusia-manusia jenis ini semakin sulit ditemukan dalam tatanan masyarakat kapitalistik yang buas dan tak berbelas kasih.

Aku berada di penghujung mudaku. Di hadapanku, masa tua menunggu. Ya, kemudaanku bukan tanpa batas. Waktu juga yang akan mengantarku ke masa tua itu. Oh, bukan hanya aku. Tapi juga pemuda lainnya. Tak baik jika habis mudaku dengan mencurahkan semua di dunia maya. Selain karena tak banyak yang mau membaca, sayang juga sisa kuota.

Kuakhiri dengan sebuah refleksi: 90 tahun adalah waktu yang lama. Belum terlambat bagi pemuda untuk merubah nasib bangsanya, membaca sejarah, melihat realita, lalu memanifestasikan semangat Jong Java, Jong Celebes, Jong Papua dan jong-jong pemuda lainnya kedalam jiwa pemuda mahasiswa Indonesia.

Hari lahir Sumpah Pemuda adalah tonggak lahirnya gerakan nasional. Selamat bersumpah para pemuda! Semoga persatuan bisa menemukan wujudnya, baik di dunia maya maupun nyata.

Revolusi Mindset Menghadapi Era Globalisasi


Globalisasi merupakan sebuah titik sentral dalam berbagai agenda Intelektual dan politik yang menimbulkan pertanyaan-pertanyaan krusial tentang apa yang oleh banyak orang dipandang fundamental dan dinamis yang terjadi saat ini dan dalam konteks globalisasi dapat diganti dengan sebuah istilah yang mengandung nilai deskriptif dan kekuatan penjelas lebih besar, yakni Imperialisme anak dari Kapitalism yang selama ini meronrong bumi Pertiwi Indonesia.

Bila melihat kenyataan peran pemuda masa kini sangat berbeda jauh dengan peranan pemuda pada era sebelumnya. Pemuda kini hidup dalam dunia yang serba-pragmatis sebagai imbas dari guliran budaya globalisai yang merasuk budaya Indonesia lewat perkembangan teknologi dan informasi yang sangat memikat. Walaupun globalisasi tidak selalu membawa dampak Negatif, tetapi ada juga positifnya. Namun globalisasi di Indonesia lebih banyak berdampak Negatif, seperti pola hidup masyarakat yang menjadi lebih konsumtif, hedonis, dan materialistic. Akibatnya, pemuda kini tidak lagi mempersoalkan masalah Globalisasi dalam tataran kebangsaan.

Tantangan semakin berat bagi pemuda dalam menghadapi wabah Globalisasi yang semakin sarat akan kepentingan dan dinamis. Persatuan dan kesatuan terancam oleh berbagai persoalan kebangsaan. Perubahan yang diharapkan akan segera terjadi pasca rezim Suharto tumbang ternyata tidak juga terjadi. Bahkan reformasi dibawah kepimpinan presiden Habibie, Abdulrahman Wahid, Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono keadaan Indonesia tidak banyak mengalami perubahan.

Pemuda Sekarang, Pemuda Sebagai Komoditi


Tanpa menguraikan secara detail persoalan yang bertalian dengan peran gerakan pemuda dari masa ke masa itu, yang perlu dikatakan adalah, bahwa peran pemuda kini berbeda jauh dengan peranan pemuda pada era sebelumnya yang memiliki kultur politik tertentu. Pemuda kini hidup dalam dunia yang serba-pragmatis sebagai imbas dari guliran budaya global yang merasuk budaya Indonesia lewat perkembangan teknologi dan informasi dengan gaya instannya yang sangat memekat. Akibatnya, pemuda kini tidak lagi mempersoalkan ideologi dalam tataran makna, tetapi pada tataran perbuatan. Itulah yang membuat pemuda kini lebih berkonsentrasi mengejar prestasi di bidang ekonomi, dan perebutan prestise di berbagai tataran sosial, ekonomi, dan politik.

Perspektif pemuda saat ini bila kita amati, adalah ukuran kesuksesan seorang anak bangsa tidak lagi di ukur dengan kepribadian yang jujur, bersih yang senantiasa mempunyai keberanian untuk membantu kepentingan sesama bangsa dan kepentingan orang banyak. Ukuran yang dipandang terhormat bagi pemuda saat ini ialah ketika berhasil menjadi seorang pejabat, baik yang duduk parlemen, pemerintahan atau pejabat daerah. Seorang pemuda dianggap paling sukses, jika dia mampu menjadikan jabatan yang diemban tersebut sebagai alat untuk memperkaya diri, hidup bermewah-mewahan yang didapat dari hasil mencuri uang Negara, atau mengeksploitasi Sumber Daya alam.

Perspektif diatas adalah bentuk kemunduran dan keterbelakangan mental dan moral pemuda pada Era Reformasi, kejadian cacat mental dan moral ini sangat merata dan belum pernah terjadi pada sejarah panjang Indonesia di era sebelumnya. Pemuda era reformasi ini adalah pemuda sebagai komiditi. Pemuda sebagai manusia yang telah dimusnahkan secara sistematis. Pemuda era reformasi. Pemuda yang dibentuk oleh lingkungan sosial dan system Negara yang sebagai komoditi politik yang diperdagangkan. 

Oleh karena itu perjuangan terberat bagi pergerakan pemuda saat ini bukan semata menggantikan sebuah sistem pemerintahan. Perjuangan terberat dari gerakan pemuda saat ini adalah merevolusioerkan “mindset” atau cara pandang pemuda dan seluruh rakyat Indonesia untuk kembali kepada nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab. Kembali kepada nilai-nilai perjuangan untuk kepentingan umum, dengan ketulusan untuk mengorbankan kepentingan pribadi dan kelompok, revolusi mindset adalah agenda prioritas saat ini, sebagai syarat untuk menempuh dan mewujudkan masyarakat yang berlandaskan pada filosofi kerjasama, gotong royong (eka sila) dan kekeluargaan guna membasmi bakteri liberalisme, individualisme, kapitalisme dan cacat moral dan mental yang terjangkit luas dikalangan PEMUDA saat ini, siapa pelakunya ya anak bangsa Indonesia sendiri secara kolektif meraih keuntungan dengan memasukan pemodal-pemodal asing kedalam negeri, sementara saudara-saudaranya mengais sampah diselokan jalanan, tertindas dinegerinya sendiri selaras dengan apa yang disampaikan oleh bung karno “musuh kita hari ini tidak lagi melawan penjajah, tetapi musuh kita hari ini adalah melawan sesama anak bangsa”.

Pemuda Harus Belajar Sejarah

Mengutip perkataan Bung Karno yang mengatakan bahwa “jasmerah!!!, jasmerah!!!, jangan sekali-kali meninggalkan sejarah”. Pada zaman penjajahan Belanda, para pemuda Indonesia mengambil langkah aktif untuk menyikapi penindasan yang terjadi . Pada saat sekarang ini dimana keadaan Indonesia yang mengalami krisis multidimensional pemuda seyogyanya mampu merevitalisasi persatuan dan kesatuan bangsa. Bukan sebagai komoditi atau penonton saja di negeri sendiri, karena para kaum muda saat ini sangat sedikit sekali belajar dari sejarah yang sudah terlewatkan, dengan kata lain bukan berarti sejarah terdahulu di adopsi secara menyeluruh tetapi harus di filterisasi juga karena tidak setiap sejarah itu benar untuk di ikuti, harus dipilah-pilah, sebaiknya pemuda harus membuat sejarah yang lebih “wah” daripada yang terdahulu, sejarah dahulu dijadikan saja sebagai bahan referensi guna memperjelas jalan dan acuan melangkah kedepan untuk memulai berbuat demi bangsa dan Negara ini, melawan Globalisasi.

Kembali kepada sejarah sebagai acuan untuk membuat sejarah baru bagi kelangsungan hidup khalayak ramai, kaum pemuda selayaknya secara mindset harus benar-benar punya pemikiran yang cemerlang, yang dimaksud disini adalah merevolusi cara pandang para kalangan kaum Intelektual muda yang selama ini kemungkinan lebih cenderung kepada pemikiran Kapitalisme, hedonistic, liberalism, dll. maka kembalilah kepada pemikiran yang memihak kepada kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi.

Kesimpulan

Pemuda sebagai agent of change atau agen perubahan yang menjelma menjadi sebuah amunisi dari maju mundurnya sebuah bangsa yang senantiasa siap untuk selalu mengambil peran dan memberikan sumbangsihnya untuk kemajuan berbangsa dan bernegara. Sebagai mana yang telah dicita-citakan oleh proklamator negeri ini. Dengan harapan mudah-mudahan pemuda pemudi Indonesia dan generasi penerus bangsa, dapat menjadi dan tampil sebagai soekarno-soekarno baru masa depan bangsa, yang senantiasa menjadi motor pergerakkan kemajuan berbangsa dan bernegara yang lebih baik.

Peran Pemuda Bagi Kemajuan Bangsa


Beri aku sepuluh pemuda maka akan ku guncangkan dunia”, itulah perkataan founding father Presiden Pertama Indonesia yang menegaskan betapa pentingnya peran pemuda dalam kemajuan bangsa dan Negara. Baik buruknya suatu Negara dilihat dari kualitas pemudanya, karena generasi muda adalah penerus dan pewaris bangsa dan Negara. Generasi muda harus mempunyai karakter yang kuat untuk membangun bangsa dan negaranya, memiliki kepribadian tinggi, semangat nasionalisme, berjiwa saing, mampu memahami pengetahuan dan teknologi untuk bersaing secara global. Pemuda juga perlu memperhatikan bahwa mereka mempunyai fungsi sebagai Agent of change, moral force and social control sehingga fungsi tersebut dapat berguna bagi masyarakat.

Dalam sejarah pergerakan dan perjuangan bangsa Indonesia, pemuda selalu mempunyai peran yang sangat strategis di setiap peristiwa penting yang terjadi. Ketika memperebutkan kemerdekaan dari penjajah belanda dan jepang kala itu, ketika menjatuhkan rezim Soekarno (orde lama), hingga kembali menjatuhkan rezim Soeharto (orde baru), pemuda menjadi tulang punggung bagi setiap pergerakan perubahan ketika masa tersebut tidak sesuai dengan keinginan rakyat. Pemuda akan selalu menjadi People make history (orang yang membuat sejarah) di setiap waktunya. 

Dalam sejarah perjuangan Bangsa Indonesia, gerakan pemuda dan mahasiswa sering menjadi tombak perjuangan nasional. Beberapa Gerakan pemuda dan Mahasiswa yang dicatat di dalam sejarah adalah sebagai berikut :
  1. Budi Utomo
  2. Sumpah Pemuda
  3. Perhimpunan Indonesia
  4. Peristiwa Rengasdengklok
Gerakan perjuangan pemuda dan mahasiswa sebagai control pemerintahan dan control social terus berkembang pesat, hingga terjadi Tragedi Trisakti yang merupakan gerakan perjuangan pemuda dan mahasiswa. Gerakan ini menuntut reformasi perubahan pemerintahan yang KKN ( korupsi, kolusi dan Nepotisme ) dan memaksa Presiden Soeharto untuk turun dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia.

Sejarah panjang gerakan pemuda dan mahasiswa merupakan salah satu bukti eksistensi dan tanggung jawab sebagai rakyat Indonesia dalam memberikan perubahan dan memperjuangkan kepentingan rakyat Indonesia.

Pemuda memang mempunyai posisi strategis dan istimewa. Secara kualitatif, pemuda lebih kreatif, inovatif, memiliki idealisme yang murni dan energi besar dalam perubahan sosial dan secara kuantitatif, sekitar 30-40 % pemuda dari total jumlah penduduk Indonesia dalam kisaran umur 15-35 tahun dan akan lebih besar lagi jika kisaran menjadi 15-45 tahun.
Saya melihat bahwa pemuda akan lebih bersifat kreatif untuk melakukan pergerakan ketika kondisi atau suasana di sekitarnya mengalami kerumitan, terdapat banyak masalah yang di hadapi yang tidak kunjung terselesaikan. Di satu sisi, ketika suasana di sekitarnya terlihat aman dan tentram tidak ada masalah serius yang dihadapi, pemuda akan cenderung diam/pasif, tidak banyak berbuat, lebih apatis dan mempertahankan kenyamanan yang dirasakan. Padahal baik dalam kondisi banyak permasalahan ataupun kondisi tanpa masalah serius, pemuda dituntut lebih banyak bergerak dalam membuat perubahan yang lebih baik, lebih produktif dan lebih kreatif dalam memikirkan ide-ide perubahan untuk bangsa yang lebih baik.

Saya melihat kondisi pemuda Indonesia saat ini, mengalami degradasi moral, terlena dengan kesenangan dan lupa akan tanggung jawab sebagai seorang pemuda. Tataran moral, sosial dan akademik, pemuda tidak lagi memberi contoh dan keteladanan baik kepada masyarakat sebagai kaum terpelajar, lebih banyak yang berorientasi pada hedonisme (berhura-hura), tidak banyak pemuda yang peka terhadap kondisi sosial masyarakat saat ini, dalam urusan akademik pun banyak mahasiswa tidak menyadari bahwa mereka adalah insan akademis yang dapat memberikan pengaruh besar dalam perubahan menuju kemajuan bangsa.

Sebagai seorang pemuda menjadi kebanggan tersendiri bagi saya lahir di hari “Sumpah pemuda” 28 Oktober 1990 silam. Terlahir di hari “Sumpah pemuda” memberi saya motivasi luar biasa untuk memberi kontribusi besar dalam pembinaan pemuda dan ini saatnya bekerja untuk Indonesia menuju kemajuan bangsa yang lebih baik. Dengan melihat degradasi moral dikalangan pemuda Indonesia saat ini membuat saya berperan aktif dalam pembinaan moral dikalangan pemuda / pelajar. Melalui proses mentoring dengan pendekatan nilai-nilai rohani dalam penggabungan tiga aspek kecerdasan manusia (IQ, SQ, EQ). 

Semoga ini menjadi tahap awal dalam membentuk generasi mudah yang berguna bagi nusa dan bangsa. 

MAJU PEMUDA INDONESIA UNTUK PERADABAN LEBIH BAIK !

Alasan Memilih NasDem

SALAM RESTORASI !!!

Tahun Politik sudah tiba, tidak sedikit masyarakat Indonesia mulai memperhatikan hiruk pikuk aktifitas politik di Tanah Air, mulai dari pemilihan kepala daerah secara serentak di tahun 2018 sampai dengan persiapan pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Presiden/Wakil Presiden di tahun 2019 mendatang.

Miris rasanya ketika masyarakat Indonesia masih saja terjebak dengan stigma terhadap Partai Politik, bahkan ada yang sudah apatis terhadap partisipasi penyelenggaraan Pemilu. Hal ini berkaitan dengan berbagai alasan historis yang dilakukan Partai Politik maupun para Wakil Rakyat sebagai representasinya.

Di tengah-tengah kepercayaan masyarakat yang menurun terhadap Partai Politik termasuk di dalamnya kepada para Wakil Rakyat (DPR/DPRD), saya memberanikan diri untuk terjun dan mendeklarasikan diri sebagai Kader Partai NasDem. Berikut 5 (Lima) saya alasan memilih Partai NasDem :

1. ANTI MAHAR. Partai NasDem mengusung slogan Anti Mahar, yang berarti tidak pernah memungut satu rupiahpun kepada calegnya, bahkan banyak memberikan banyak logistik kepada para kader dan calegnya. Hal ini dilakukan untuk mencegah para calegnya untuk melakukan tindakan Korupsi pada saat terpilih nanti, karena tidak pernah terbebani harus mengganti biaya yang telah dikeluarkan semasa mencalonkan;

2. GERAKAN RESTORASI. Partai NasDem mengusung Gerakan Moral yang menjadi tagline perjuangan melalui Restorasi Indonesia, yang merupakan sebuah gagasan besar yang tidak dimiliki parpol lainnya. Gerakan Restorasi ini sendiri dipahami dalam empat arti, yaitu memperbaiki, mengembalikan, memulihkan, dan mencerahkan fungsi pemerintahan Indonesia kepada cita-cita Proklamasi 1945.

3. MODERN & PLURALISME. Partai NasDem adalah partai modern dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia, tidak pernah membeda-bedakan suku, ras, agama, status sosial dan perbedaaan pandangan hidup lainnya, sesuai dengan amanat UUD 1945 dan Pancasila sebagai dasar dan landasan Negara kita.

4. TOKOH INSPIRASI. Banyak tokoh yang muncul dan tergabung dalam Partai NasDem yang mempu memberikan dorongan dan inspirasi bagi perubahan Indonesia menjadi Indonesia Baru, dari mulai tokoh nasional sampai dengan tokoh regional. salah satu yang menginspirasi dan mengajak saya bergabung pada Partai NasDem ini adalah seorang sosok Kaka, Orang Tua, Guru politik dan Sahabat yaitu Ir. Herry MOS yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPD Partai NasDem Kota Bandung.

5. KONSISTEN. Partai NasDem sangat memegang teguh dasar dan filosofi negara, Pancasila dan UUD 1945 yang murni. Partai NasDem tetap mengusung Jokowi sebagai Presiden di tahun 2019 mendatang untuk fondasi kebangsaan tetap kukuh. Ketua Umum Surya Paloh tidak pernah mentorelir siapapun kader bangsa yang akan menghancurkan partai dan melakukan praktek transaksional, dan beliau akan usir siapapun seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.Partai NasDem tidak pernah goyah dengan isue pemberitaan yang menyudutkan dan memberikan kesan negatif sehingga merugikan dan menyesatkan bagi yang baru mengenal Partai NasDem.

Itulah 5 alasan saya memilih Partai NasDem sebagai salah satu aspirasi Politik saat ini, dengan bergabung menjadi Caleg Partai NasDem pada Pemilu 2019, dengan harapan mampu membawa perubahan dan angin segar bagi kalangan generasi Muda dan masyarakat umumnya. Dengan didasari kesadaran penuh dari hati yang paling dalam untuk berbuat bagi bangsa ini menjadi lebih baik di masa yang akan datang.

Bersatu, Berjuang, Menang !!!


DICKI DIRMANIA
Caleg DPRD Provinsi Jawa Barat
Dapil Jabar 1 (Kota Bandung & Cimahi)

Definisi dan Tugas Pokok dari Lembaga Legislatif, Eksekutif, dan Yudikatif

Negara republik indonesia mengetahui tentang adanya lembaga-lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif di dalam UUD 1945 dengan melaksanakan pembagian kekuasaan (distribution of power) antara lembaga-lembaga negara. Kekuasaan lembaga-lembaga negara tidaklah di adakan pemisahan yang kaku dan tajam, tetapi ada koordinasi yang satu dengan yang lainnya.

Sebagai negara demokrasi, pemerintahan Indonesia menerapkan teori trias politika. Trias politika merupakan pembagian kekuasaan pemerintahan menjadi tiga bidang yang memiliki kedudukan sejajar. Ketiga bidang tersebut yaitu :
  1. Legislatif bertugas membuat undang undang. Bidang legislatif adalah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
  2. Eksekutif bertugas menerapkan atau melaksanakan undang-undang. Bidang eksekutif adalah presiden dan wakil presiden beserta menteri-menteri yang membantunya.
  3. Yudikatif bertugas mempertahankan pelaksanaan undang-undang. Adapun unsur yudikatif terdiri atas Mahkamah Agung (MA) dan Mahkamah Konstitusi (MK).

1. Lembaga Legislatif

Legislatif merupakan suatu lembaga kenegaraan Indonesia yang mempunyai tugas untuk membuat, menciptakan undang-undang, lembaga legislatif berhak menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan lembaga yang mengawasi pemerintahan yang menjalankan undang-undang. Legislatif ini berasal dari politikus yang berasal dari partai politik. Lembaga ini terdiri dari MPR, DPR dan BPK.

Kekuasaan legislatif terletak pada MPR dan DPD.

1. MPR
Kewenangan :
a. Mengubah menetapkan UUD
b. Melantik presiden dan wakil presiden dll

2. DPR
Tugas :
a. Membentuk UU
b. Membahas RAPBN bersama presiden, dll.

Fungsi :
a. Fungsi legislasi
b. Fungsi anggaran
c. Fungsi pengawasan

Hak-hak DPR :
a. Hak interpelasi
b. Hak angket
c. Hak menyampaikan pendapat
d. Hak mengajukan pertanyaan
e. Hak Imunitas
f. Hak mengajukan usul RUU
3. DPD

Fungsi :
a. Mengawas atas pelaksanaan UU tertentu
b. Pengajuan usul

2. Lembaga Eksekutif

Eksekutif merupakan sebuah lembaga kenegaraan Indonesia yang bertugas sebagai eksekutor atau pelaksana undang-undang yang dibuat legislatif. Eksekutif terdiri dari kepala pemerintah yaitu Presiden dan Wakil Presiden. presiden memiliki kekuasaan untuk menjalankan pemerintahan. Presiden mempunyai kedudukan sebagai kepala pemerintahan dan sekaligus sebagai kepala negara . Presiden berhak mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) kepada DPR dan menetapkan peraturan pemerintah. Di daerah kota/kabupaten lembaga eksekutif ialah Gubernur dan Wagub,Bupati dan Wabup yang memiliki tugas yang sama.

Wewenang, kewajiban, dan hak presiden antara lain :
a. Memegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD
b. Menetapkan peraturan pemerintah
c. Mengangkat memberhentikan menteri-menteri; dll



3. Lembaga Yudikatif

Yudikatif ialah sebuah lembaga kenegaraan Indonesia sebagai lembaga pengawal serta pemantau jalannya roda pemerintahan dengan menjadikan hukum sebagai acuan. Yudikatif mencakup Mahkamah Agung, dan Mahkamah Konstitusi. Pengadilan tetinggi di Indonesia merupakan Pengadilan Tata Usaha dan Negara (PTUN) yang menyelesaikan sengketa tanah, sertifikasi dan sejenisnya.

Pasal 24 UUD 1945 menyebutkan tentang kekuasaan kehakiman dan memiliki tugas masing-masing. Kekuasaan kehakiman dilakukan oleh :
1. Mahkamah Agung (MA)
2. Mahkamah Konstitusi (MK)
3. Komisi Yudisial (KY)
4. Insfektif

Demikianlah Definisi dan Tugas Pokok dari Lembaga Legislatif, Eksekutif, dan Yudikatif

Kenapa Harus Restorasi?

Zaman akan terus berputar, tidak berhenti pada satu situasi dan kondisi. Setiap zaman pasti diuji dengan masalah dan ujiannya sendiri sehingga pekerjaan besar selalu menunggu peran dan tanggung jawab generasi pada setiap perubahan zaman. 


ERA REVOLUSI

Dihuni oleh generasi perintis dan pendobrak. Pekerjaan terbesar generasi revolusi adalah perjuangan melawan penjajah dan membangun pondasi kenegaraan yang kokoh. Setelah melewati perjuangan yang panjang, puncaknya adalah kemerdekaan Bangsa Indonesia sehingga seluruh komponen bangsa bisa besatupadu menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia.


ERA REFORMASI


Dihuni oleh generasi pembangun yang mengalami kemajuan diberbagi bidang, namun puncaknya mengalami situasi krisis multidimensi yang kompleks. Generasi Reformasi tidak ingin bangsa Indonesia terpuruk lebih jauh, mereka memiliki keberanian dalam mengemukakan kebenaran dan melawan kemungkaran. Meskipun demikian, ikhtiar demokratisasi Indonesia ternyata masih menyisakan banyak persoalan. Demokratisasi menjadi rutinitas suksesi kekuasaan dan belum memunculkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas, visioner, dan layak diteladani. Neoliberalime begitu kuat mencengkeram ekonomi Indonesia, sementara jatidiri sebagai bangsa Indonesia pun semakin tercerabut.


ERA RESTORASI


Era baru yang sedang diperjuangan kembali oleh segenap anak bangsa. Tugas terbesar generasi restorasi adalah memperbaiki, mengembalikan, memulihkan, mencerahkansituasi dan kondisi Indonesia. Jika kita semua percaya dan yakin akan nilai-nilai kebangsaan yang Indonesia miliki, seperti Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Kebhinekaan, maka hari ini Restorasi adalah sebuah keniscayaan.

INSPIRASI

Sebaik Baik MANUSIA Adalah Yang Paling BERMANFAAT Bagi Orang Lain

Khairunnas anfa’uhum linnas

Sabda Nabi Muhammad SAW

Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, Berikan aku 10 PEMUDA, niscaya akan kuguncangkan DUNIA

PUTRA SANG FAJAR

Bung Karno

Jangan MAJU karena PUJIAN,
Jangan MUNDUR karena CACIAN !!!

LILLAHI TA'ALA

Dicki Dirmania

PEMIMPIN HEBAT bukanlah yang hanya Banyak Pengikutnya, Tetapi Ia yang mampu menciptakan PEMIMPIN-PEMIMPIN dimasa masa yang akan datang

REGENERASI - KADERISASI

Kuwu Mahatidana

Apabila KATA tidak ada lagi MAKNA, KALIMAT sudah bukan suatu MAKLUMAT, NILAI dianggap sudah tidak ada ARTI. Jangan anggap HATI juga turut BANGKIT BERDIRI untuk sebuah HARGA DIRI

PANTANG MENYERAH

ARMYe Clan

KIRIM PESAN